Ruang dimana hanya ada aku seorang. Ruang dimana aku bebas berekspresi. Ruang dimana tidak ada seorangpun yg tahu. Ruang yg menjadi saksi bisu bagamina hidupku, bagaimana perasaanku, bagaimana keadaanku. Banyak air mata yg kuteteskan. Banyak kepedihan yg ruang itu saksikan. Ruang 1 petak yg sangat berarti. Yg sangat bermakna. Yg tak terlupakan. Ruang yg sangat penting bagi hidupku. Aku tak tahu dimana aku harus menangis, tertawa, sedih, gundah gulana, bahkan mengekspresikan hidup tp mati ini. Untukmu ruang 1 petak terimakasih ku ucap kepadamu. Tanpamu aku tak bisa ber ekspresi. Terimakasih banyak RUANG DRAMA...
Kamis, 31 Desember 2015
Minggu, 27 Desember 2015
Bunga ditempat jalan
Sebuah kecantikan yg tuhan ciptakan. Kecantikan yg tersembunyi di balik keburukan pikiran manusia. Mereka melihatmu hal biasa bahkan kadang mereka merusakmu. Kata orang manusia adalah makhluk yg paling sempurna, hanya karena mereka dibekali akal. Tp seberapa sempurnakah manusia itu melihatmu. Mereka yg menganggapmu biasa iru berarti mereka kurang sempurna. Melihat kecantikanmu adl kesempurnaan bagiku 🙌 #SalamPhotography
Bullying
BULLYING
Bullying merupakan sebuah kata serapan dari bahasa Inggris. Bullying berasal dari kata bully yang artinya penggertak, orang yang mengganggu orang yang lemah. Beberapa istilah dalam bahasa Indonesia yang seringkali dipakai masyarakat untuk menggambarkan fenomena bullying di antaranya adalah penindasan, penggencetan, perpeloncoan, pemalakan, pengucilan, dan intimidasi.
Bullying merupakan serangan berulang secara fisik, psikologis, sosial, ataupun verbal, yang dilakukan dalam posisi kekuatan yang secara situasional didefinisikan untuk keuntungan atau kepuasan mereka sendiri. Bullying merupakan bentuk awal dari perilaku agresif yaitu tingkah laku yang kasar. Bisa secara fisik, psikis, melalui kata-kata, atau pun kombinasi dari ketiganya. Hal tersebut bisa dilakukan oleh kelompok atau individu. Pelaku mengambil keuntungan dari orang lain yang dilihatnya mudah diserang.
Bullying adalah tindakan di mana satu orang atau lebih mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan. Ada banyak jenis bullying. Bisa menyakiti dalam bentuk fisik, seperti memukul, mendorong, dan sebagainya. Dalam bentuk verbal adalah menghina, membentak, dan menggunakan kata-kata kasar, sedangkan dalam bentuk sosial seperti mengucilkan, dan mengabaikan orang. Beberapa contoh bullying yang paling sering ditemui disekitar kita adalah kakak kelas melabrak adik kelas karena dinilai bertingkah. Masa orientasi siswa yang berakhir buruk karena si kakak kelas berlebihan mengerjai para siswa baru. Teman sekelas yang dianggap aneh dikucilkan, dan tidak ada yang mau berteman dengannya.
Dampak Bullying
Dampak bagi korban
Bullying dapat membuat seseorang merasa cemas dan ketakutan. Dapat mempengaruhi konsentrasi belajar di sekolah dan menuntun mereka untuk menghindari sekolah. Bila bullying berlanjut dalam jangka waktu yang lama maka dapat mempengaruhi self-esteem siswa, meningkatkan isolasi sosial, memunculkan perilaku menarik diri, menjadikan remaja rentan terhadap stress dan depresi, serta rasa tidak aman. Lebih parah lagi, bullying dapat mengakibatkan remaja berbuat nekat, bahkan bisa membunuh atau melakukan bunuh diri. Jika bullying menimpa korban secara berulang-ulang, maka korban akan merasa depresi dan marah. Ia marah terhadap dirinya sendiri atau terhadap pelaku bullying.
Bahkan terhadap orang-orang di sekitarnya dan terhadap orang dewasa yang tidak dapat atau tidak mau menolongnya. Hal tersebut kemudan mulai mempengaruhi prestasi akademiknya. Berhubung tidak mampu lagi muncul dengan cara-cara yang konstruktif untuk mengontrol hidupnya, ia mungkin akan mundur lebih jauh lagi ke dalam pengasingan. Dampak negatif bullying juga tampak pada penurunan skor tes kecerdasan dan kemampuan analisis siswa.
Dampak bagi pelaku
Pada umumnya para pelaku ini memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan harga diri yang tinggi pula. Cenderung bersifat agresif dengan perilaku yang pro terhadap kekerasan, tipikal orang berwatak keras, mudah marah dan impulsif. Para pelaku bullying ini memiliki kebutuhan kuat untuk mendominasi orang lain dan kurang berempati terhadap targetnya. Pelaku bullying tidak dapat mengembangkan hubungan yang sehat. Kurang cakap untuk memandang dari perspektif lain. Menganggap bahwa dirinya kuat dan disukai sehingga dapat mempengaruhi pola hubungan sosialnya di masa yang akan datang.
Dengan melakukan bullying, pelaku akan beranggapan bahwa mereka memiliki kekuasaan terhadap keadaan. Jika dibiarkan terus-menerus tanpa intervensi, perilaku bullying ini dapat menyebabkan terbentuknya perilaku lain berupa kekerasan terhadap anak dan perilaku kriminal lainnya
Kenapa terjadi bullying ?
Para pelaku bully mendapatkan kepuasan dari menindas orang. Ia merasa lebih kuat dan lebih berkuasa karena ada orang yang takut pada dirinya. Bisa jadi ia berpikiran, ia akan mendapat popularitas disekolah karena ditakuti oleh siswa lainnya. Alasan lain mereka menindas adalah karena mereka iri pada kelebihan target bullying mereka. Mereka merasa
Sabtu, 26 Desember 2015
Perkenalan
Nama : Lukman Dwi Yulian
Umur : 19 tahun
Hobby : Photography
Fb 》》》 klik disini
Instagram 》》》 @loek0707
Thanks for mampir ! ! ! 😀